Kampung Herbal Sukolelo Prigen yang Seringkali Menjadi Tempat Studi Banding
kampung herbal sukolelo adalah sebuah kampung/desa yang terletak di kaki gunung ringgit dengan nuansa alami pedesaan yang masih asri, KHS merupakan kampung wisata yang bergerak di bidang edukasi berbasis masyarakat, Culture, Nature, and Social Expedition. Selama 1,5 tahun terakhir, Dusun/Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, disulap menjadi Kampung Herbal Sukolelo. Kini, kampung itu menjadi wisata edukasi, tempat studi banding, bahkan produknya dikelola menjadi minuman herbal.
Hawa sejuk terasa begitu memasuki Dusun/Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Maklum, dusun itu berada di kaki Gunung Ringgit. Di pintu masuk dusun itu, terpampang tulisan ikonik dengan ukuran besar bertuliskan Kampung Herbal Sukolelo. Begitu memasuki kampung itu, tulisan besar ikonik itu bukanlah isapan jempol belaka. Di kampung yang didiami 170 KK tersebut, terdapat berderet aneka tanaman herbal. Ada yang ditanam di depan rumah, pekarangan, hingga di sepanjang jalan kampung. Jenis tanaman yang ditanam beragam. Ada kunyit, temulawak, jahe, telang, dan lain-lain, Juga tanaman aneka jenis tanaman obat keluarga (asmantoga) seperti mengkudu, semanggi, sambilata, jinten, sirih, dan sebagainya.
Kampung Herbal Sukolelo atau KHS sudah lama dibangun. Namun, banyak masyarakat belum mengenal serta mengetahuinya. Kampung ini didirikan sekitar 1,5 tahun lalu, tepatnya pada Februari 2019. Proses pembentukannya tak mudah. Ada survei potensi bersama mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kemudian koordinasi dan komunikasi intensif antara para pemuda yang tergabung dalam gemas dengan tokoh masyarakat, RT, dan RW yang ada di Dusun Sukolelo. Sehingga, berdiri Kampung Herbal Sukolelo hingga sekarang.
Pembibitan dan penanaman tanaman herbal yang beragam memanfaatkan lahan yang ada. Yaitu, memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing warga, juga jalan kampung yang sebagian besar dipasang pot berisi tanaman herbal, Yang menarik, tiap RT memiliki minimal satu greenhouse mini. Isinya tanaman herbal yaitu empon-empon dan toga. Untuk greenhouse, ada empat buah menyesuaikan jumlah RT. Masing-masing RT ada satu greenhouse. Juga dilengkapi gubuk sederhana untuk kegiatan edukasi warga. Mulai dari pelatihan, sosialisasi, serta lainnya,” kata Bahtiar, sapaan akrabnya.
Dan selama 1,5 tahun terakhir, tamu dari luar terus berdatangan berkunjung ke Kampung Herbal Sukolelo. Ada Sebanyak 32 mahasiswa dari UNIVERSITY CHUNG-ANG, SEOUL, KOREA SELATAN dengan di temani oleh @iccpandaanorg serta Bapak Camat Prigen. Dalam kunjungan ini para mahasiswa di sajikan menu wisata tentang kebudayaan dan kesenian yang ada di dusun sukolelo yakni kesenian tari dan membatik, dan juga mengenal tanaman herbal di sukolelo sekaligus menikmati hasil olahan herbal tersebut, Termasuk turis dari Austria, Australia, dan lain-lain. Banyak juga warga dari sekitaran Kabupaten Pasuruan yang datang. Dari daerah lain pun banyak yang datang untuk studi banding.
KHS makin lengkap karena hasil panen empon-empon dan toga lantas dibuat aneka produk herbal. Ada serbuk ekstrak, juga minuman herbal. Seperti daun telang, jahe instan, daun sirsak, temulawak instan, kulit manggis instan, kunyit, dan masih banyak lainnya. Semua produk itu dipasarkan via online dan offline. Bahkan, pasarnya sampai ke berbagai daerah di pulau Jawa dan luar Jawa, Juga dipasarkan hingga ke Jepang dan Korsel.
Meski demikian, kampung herbal ini menurutnya masih memiliki sejumlah kendala. Mulai pemenuhan air, anggaran untuk pembinaan, mesin tepat guna untuk sangrai atau pengering, dan lainnya. Karena itu, warga dan pemdes setempat berharap ada bantuan dari Pemkab Pasuruan.

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusGood ...sangat bagus bisa memberi informasi tentang kemajuan awal mula berdirinya kampung sukolilo herbal
BalasHapus